• Vigtigste
  • >
  • nyheder
  • >
  • Sains Sekitar Kita: Mengapa Jawa lebih subur dibanding Sumatra? Petunjuknya ada di abu gunung api

Sains Sekitar Kita: Mengapa Jawa lebih subur dibanding Sumatra? Petunjuknya ada di abu gunung api

Anonim

Gunung Anak Krakatau af Selat Sunda erupsi 576 km fra Sabtu Lalu, dengan tinggi letusan mencapai 100-500 meter fra puncak kawah. Letusan ini memuntahkan abu vulkanis, pasir, lontaran batu pijar, dan suara dentuman.

Anak Krakatau merupakan satu dari 129 gunung api aktif i Indonesien. Letusan gunung adalah fenomena alamiah yang berulang dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan selama pendudukis sekitaritet gunung mengikuti langkah-langkah evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan puluhan gunung api aktif, Indonesien adalah negara vulkanik teraktif dan paling terancam, tapi juga mungkin lumbung pupuk paling subur di dunia.

Menurut Biro Pusat Statistik fra 2017, Indonesien, Indonesien, Indonesien. Sumatra yang panjangnya dua kali lipat Pulau Jawa hanya menampung 20% ​​populasi. Er du i byen for at hjælpe dig? Sumatra punya 30 gunung api, sementara Pulau Jawa punya 34 gunung api. Apakah karakter abu vulkanis keduanya berbeda hingga menghasilkan kesuburan yang berbeda? Dian Fiantis, en anden af ​​Universitas Andalas, medlemmene, der springer i Pulau Jawa lebih subur dibanding tanah Sumatra.

Erupsi gunung di Pulau Jawa lebih banyak menghasilkan unsur hara seperti kalcium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang dibutuhkan oleh tanaman. Sedangkan silicon dioxide (SiO2) kan lemme banyak dimuntahkan gunung sumatra tidak dibutuhkan banyak oleh tanamannya. Indtast venligst dit brev. Selain itu, curah hujan af Jawa Tengah dan Jawa Timur lebih rendah dibanding pantai barat Sumatra sehingga er ikke-uændret menyuburkan lebih lama bertahan di tanah Jawa.

Edisi ke-22 Sains Sekitar Kita indi disiapkan o Hilman Handoni dan narator Malika. Selamat mendengarkan!

Forrige Artikel «
Næste Artikel